Personel SDN Palangsari 2 Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk bergabung dengan Ke...

Mblarah Sambil Nginspirasi ke Pasuruan

Personel SDN Palangsari 2

Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk bergabung dengan Kelas Inspirasi 4 Pasuruan (KIP4S). Saya awalnya bergabung sebagai anggota tim Creative and Publik Relation (CPR). Kemudian setelah pembagian rombel, saya masuk ke tim SDN Palangsari 2 Kec Puspo. Entah mengapa sejak awal saya begitu tertarik dengan KIP4S. Mungkin Tuhan menyimpan jodoh saya di Pasuruan. Wkwkwk

Orang Kediri yang nyasar di Pasuruan
Banyak teman yang pegang jidat saya sewaktu saya cerita kalau saya bergabung sebagai panitia di KIP4S. Mereka pikir saya lagi demam atau lagi nglindur. Secara, Kediri-Pasuruan jaraknya lumayan jauh. Tapi saya selalu meyakinkan mereka bahwa jarak bukanlah suatu halangan bagi kita untuk tetap berbuat baik. Bocah Kediri dan Arek Pasuruan berhak mendapatkan inspirasi yang sama.

Hari H
Hari H KIP4S berlangsung 1 bulan yg lalu (26/9) secara serentak. Karena rute ke SDN Palangsari 2 memiliki medan yang sulit, akhirnya kami serombongan memilih untuk bermalam di lokasi. Kami berangkat melalui jalur Paserban. Jalan berkelak-kelok ditambah tanjakan-turunan menjadi makanan kami selama perjalanan. Penderitaan kami semakin bertambah saat memasuki wilayah Palangsari. Jalan aspal yang rusak membuat motor yang kami tumpangi tidak berhenti bergoyang. Namun semua penderitaan itu hilang ketika kami tiba di SDN Palangsari 2.

SDN Palangsari 2 terletak di pinggir jalan, agak turun ke bawah. SDN Palangsari 2 memiki 3 ruang kelas dan sebuah ruangan yang berfungsi sebagai kantor guru. Sementara rumah dinas yang akan kami jadikan basecamp terletak di belakang SD.

Tim SD Palangsari 2 terdiri dari 5 relawan pengajar (kak Desi, kak Hendra, kak Niken, kak Yosep, dan kak Zen), 2 relawan dokumentasi (Dita dan Lukman), dan 3 fasilitator (Aulia, Sulthon, dan Saya). Malam sebelum hari inspirasi, kami sibuk menyiapkan berbagai atribut. Untuk menunjang kelancaran kegiatan esok hari.

Akhirnya tiba hari H. Udara dingin tidak menghalangi kami untuk bersiap diri. Acara hari itu diawali dengan upaca bendera. Siswa/siswi SDN Palangsari 2 tampak khidmat mengikutinya. Setelah upacara bendera selesai, kami pun bermain sebentar dengan anak-anak. Kemudian dilanjutkan masuk kelas untuk diajar oleh kakak-kakak relawan pengajar.

Tak terasa hari sudah beranjak siang. Kami harus segera mengakhiri acara hari itu. Acara kami tutup dengan seremonial penanaman pohon cita-cita di halaman belakang sekolah. Suasana berlangsung khidmat sampai-sampai ada relawan kami yang meneteskan air mata saking terbawa perasaan. :D

Hari itu juga kami memutuskan untuk balik ke Purwosari. Dengan diwarnai berbagai insiden kecil Alhamdulillah kami tiba di Purwosari dengan selamat. Disana sudah menunggu relawan-relawan dari berbagai SD lain. Selepas foto-foto kami langsung berpamitan pulang.

Demikianlah sekelumit cerita saya saat mblarah ke Pasuruan untuk mengikuti KIP4S. Atas nama pribadi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu kelancaran KIP4S.

NB. Foto menyusul

Pertama kali saya menggunakan Linux sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya membeli laptop baru. L...

Pengalaman Menggunakan Linux

Pertama kali saya menggunakan Linux sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya membeli laptop baru. Laptop yang saya beli adalah laptop Dell 3000 series tipe 3442 yang dibundle dengan Ubuntu 12.04 (Precise Pangolin). Saat pertama kali kenal dengan Ubuntu 12.04 saya langsung jatuh cinta dengan Linux karena menurut saya benar-benar out of the box.

Tampilan desktop laptop saya, wallpaper GoT dapat gratis dari HBO.

Awal Menggunakan Linux

Awal-awal menggunakan Linux rasanya berat sekali. Hal ini bisa dimaklumi karena saya sudah terbiasa dengan Windows. Selain masalah kebiasaan, muncul lagi masalah teknis lain yaitu Wifi yang tidak berfungsi. Bagi saya, internet ibarat nyawa sebuah komputer. Setelah browsing sana-sini menggunakan smartphone, akhirnya saya menemukan permasalahannya. Ternyata saya belum mengaktifkan drivernya. -_-

Permasalahan tidak berhenti sampai di situ. Hal yang cukup menyita waktu dan membuat was-was adalah tentang kompatibilitas software. Hampir semua perangkat lunak di Ubuntu menggunakan lisensi sumber terbuka (meskipun ada beberapa yang propietary). Misalnya perangkat lunak pengolah dokumen di Ubuntu secara default menggunakan LibreOffice Writer. Meskipun LibreOffice Writer memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan MS Words, tapi tetap saja pada beberapa kasus dokumen yang saya buat morat-marit gak karuan.

Tampilan antarmuka LibreOffice

Nyaman Dengan Linux

Pada awalnya memang sengsara, tetapi lama-lama menjadi terbiasa. Linux ternyata memberi berbagai macam kelebihan yang tidak saya temukan di Windows. Yang paling membuat saya nyaman adalah mengenai biaya. Menggunakan Linux benar-benar gratis. Saya tidak perlu khawatir dengan legalitas perangkat lunak yang saya gunakan. Sesuatu yang halal itu memang lebih nyaman. Jadi kepengen segera menghalalin kamu, ciye-ciye :D

Launcher a.k.a menu

Mencoba Berbagai Distro

Distro itu ibaratnya adalah produk akhir Linux yang dilempar ke konsumen. Distro banyak sekali macamnya. Ada distro lokal, ada pula distro global. Ada distro untuk hacker, ada distro untuk pengguna kantoran, bahkan ada pula distro yang dibuat khusus untuk balita/anak-anak. Jika Anda ingin mengetahui berbagai macam distro, anda bisa mengunjungi situs Distrowatch.

Seperti kebanyakan pengguna Linux yang lain, saya juga tertarik menggunakan beberapa distro. Distro yang sudah saya coba antara lain, Ubuntu, Ubuntu Mate, Kubuntu, Lubuntu, LXLE, Fedora, dan Xubuntu. Dari semua distro tersebut, saya akhirnya memantapkan pilihan pada Xubuntu. Alasannya Xubuntu lebih ringan dengan fitur yang cukup lengkap.

Penggunaan RAM

Kesimpulan

I Love Linux :)

Kemarin sore (23/4) saya berkesempatan icip-icip makanan di Lombok Idjo Kediri. Melalui acara yang ...

Gurihnya Sop Buntut - Rumah Makan Lombok Idjo Kediri

Kemarin sore (23/4) saya berkesempatan icip-icip makanan di Lombok Idjo Kediri. Melalui acara yang bertajuk "Kopdar Food Blogger", Lombok Idjo mempersembahkan menu populer mereka. Buat yang belum tahu, RM Lombok Idjo berlokasi di Jl Patiunus sekitar 100 m ke selatan kalau dari Kediri Mall. Area parkir yang luas, dan tempat yang bersih menjadi nilai plus tersendiri.

Setelah melalui proses undian, akhirnya saya mendapatkan menu masakan Sop Buntut. Setelah mengikuti pemaparan dari RM Lombok Idjo dan Biznet sebagai penyokong kegiatan, akhirnya tiba juga waktunya icip-icip makanan. Kebetulan sedari siang saya memang belum makan. :D

Sop Iga RM Lombok Idjo Kediri
Sop Iga RM Lombok Idjo Kediri (istimewa)

Foto di atas sebenarnya bukan foto Sop Buntut tapi foto Sop Iga. Saya kemarin sedikit kena apes, waktu mau motret makanan tiba-tiba gawai saja mati karena kehabisan daya. Apa mau dikata, akhirnya cuma makan saja tanpa foto-foto makanan.

Sejak pertama kali dihidangkan di meja, Sop Buntut sukses membuat cacing di perut saya loncat kegirangan. Aromanya khas sekali, aroma matang daging berkolagen tinggi. Kuah sopnya juga lumayan gurih. Bumbu kuahnya meresap kuat ke daging. Efek gurihnya daging juga membuat kuah benar-benar bercita rasa buntut. Skor 93 untuk Sop Buntut RM Lombok Idjo. :)

Jika Anda pecinta sop, maka Anda wajib mengunjungi RM Lombok Idjo Kediri.