Review Firefox Quantum

Sejatinya Firefox Quantum bukanlah sesuatu produk yang baru. Browser besutan Mozilla tersebut telah dirilis akhir tahun 2017 silam. Tapi pengguna Debian Stretch baru bisa mencicipi Firefox Quantum bulan September ini. Firefox Quantum didapuk menggantikan Firefox ESR (versi 52). Debian memang terkenal dengan kestabilannya, sehingga butuh waktu lebih lama dibandingkan OS lain dalam hal update software.

Tampilan Antarmuka

Dari segi tampilan, Firefox Quantum jauh lebih modern dibandingkan dengan Firefox ESR yang biasa saya pakai. Saat pertama kali membuka Firefox Quantum Anda akan disuguhkan dengan tab baru yang bisa diatur tampilannya. Fitur ini sebenarnya hampir sama dengan Firefox ESR akan tetapi ditingkatkan menjadi lebih modern. Perubahan yang paling mencolok menurut saya adalah pada bagian tab yang lebih modern mengusung tema flat design.

Tampilan jendela baru Firefox Quantum

Kompatibilitas dan Performa

Secara umum semua ekstensi yang berjalan pada Firefox ESR juga berfungsi dengan baik pada Firefox Quantum.  Namun ada beberapa ekstensi yang tidak berfungsi sehingga harus menginstall ulang. Perubahan paling besar yang disuguhkan oleh Firefox Quantum menurut saya adalah dari segi performa. Firefox Quantum sangat jauh lebih smooth bila dibandingkan dengan pendahulunya. Tetapi performa tinggi tersebut harus dibayar mahal. Satu jendela dengan lima tab terbuka menghabiskan hampir 1 GB RAM. Jika komputer Anda memiliki RAM 1 GB atau di bawahnya, saya sarankan Anda untuk tidak mencoba Firefox Quantum.

Demikian review singkat saya mengenai Firefox Quantum yang terinstall pada Debian Stretch. Jika Firefox di Debian Anda masih menggunakan Firefox ESR (versi 52) saya sarankan untuk segera melakukan upgrade.